Senin, 16 Januari 2012

pacaran???

Bismillah,,
Mungkin ku tuliskan kalimat demi kalimat yang tidak jelas ini, tapi semoga  tulisan ini bermanfaat nantinya,,tema ini memang sering diangkat, tapi kutuliskan lagi lah,,^^

Pacaran,,??
Kata itu sering diucapkan orang2, sudah menjadi kebiasaan atau, bahkan menjadi trend, sungguh luar biasa kata tersebut. Tidak hanya kalangan remaja yang mengucapkan hal itu, bahkan anak kecil pun tidak sedikit yang mengucapkan kata itu. Ketika seorang ditanya “sudah punya pacar dek?”, sang anak menjawab dengan bangga “sudah donk mas.”
Harus berkata apalagi jika hal itu menjadi trend? Haruskah  bahagia, atau malah bersedih? Tapi bangsa ini pasti bersedih karena budaya barat yang tidak sepatutnya dicontoh malah menjadi trend di bangsa kita ini.
            “Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: ‘Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk mereka.’( Riwayat Abu Dawud. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.)
Dari hadits di atas pun dapat diketahui bahwa jika bangsa ini mencontoh budaya barat maka bangsa ini menjadi budaya barat. Apakah rela budaya kita tidak berguna, tapi malah budaya barat yang diutamakan?? Tidak kan??
Sebenarnya pacaran itu baik tidak sih?? Ada yang mengatakan boleh dan ada yang mengatakan tidak boleh. Lho?? Kok boleh? Kan tadi katanya tidak boleh??, dikatakan boleh apabila sudah memiliki suami/istri dan pacaran dengan pasangannya, tapi dikatakan tidak boleh jika belum memiliki suami/istri.
Kenapa sih dikatakan tidak boleh?
Pcaran dengan yang bukan halal dapat mengakibatkan zina. Bisa saja zina mata, zina pikiran, dan zina hati. Mungkin itu pemahaman yang dalam. Tapi itulah kenapa para ulama melarang adanya pacaran.
Pada bab pertama dalam ajaran islam adalah Toharoh atau bersuci. Bersuci baik secara fisik maupun batin. Bersuci secara fisik adalah bersih badan dari hadats kecil maupun besar, itulah bersih secara fisik. Banyak hadits yang menerangkan cara bersuci, dari wudlu sampai mandi janabah. Bahkan sampai mendetail, sungguh indah kan islam semua diatur sesuai dengan kadarnya, tidak kurang maupun lebih.
Kemudian suci secara batin adalah besih hati dari penyakit yang menempel di dalam hati. Dibersihkan melalui sholat, zakat, dan sebagainya. Ketika hati ini rusak maka rusak pula seluruh tubuh. Dan itu buruk.
Dan kesucian ini lah yang dipertaruhkan ketika mencari pasangan. Walaupun preman suka main perempuan, suka mabuk2an, dan sebagainya. Dan ditanya kriteria istri yang diinginkan,maka jawabannya pasti sudah jelas, pasti perempuan yang sholehah. Dan sebaliknya, jika ada pelacur ditanya tentang suami yang diinginkan, pasti jawabnya ingin suami yang sholeh. Karena mereka ingin mendapatkan yang terbaik buat anaknya. Yang dapat membimbing mereka menuju lebih baik.
Mungkin itu gambaran secara umum 2 aspek yang tidak berkenaan dengan pacaran, tapi ttap lah meninggalkan pacaran hanya untuk Allah semata. Karna kita jelas2 berkhianat di depan Allah, masih kah kita mau seperti itu??
Pada suatu hari ada seorang gadis putri bercerita dengan diiringi linangan air mata. Peristiwa ini bermula hanya dari pembicaraan melalui telepon antara dirinya dan seorang pria, hingga berlanjut membuahkan CINTA di antara mereka.
Dia merayu bahwa sang pria sangat mencintai sang gadis dan ingin meminanganya. Sang pria berharap dapat bertemu tatap muka dengannya, namun gadis itu sungguh keberatan, bahkn gadis itu  mengancam sang pria akan menjauhi sang pria, kemudian menyudahi hubungan ini. Akan tetapi sang gadis tak kuasa untuk melakukannya.
Maka gadis itu memutuskan untuk mengirimkan foto dalam surat cinta yang semerbak dengan wangi aroma bunga mawar. Akhirnya surat pun dibalas oleh sang pria, dan semenjak itu lah gadis itu dan sang pria saling berkirim surat. Suatu ketika melalui surat, sang pria mengajak gadis itu jalan berduaan, tapi sang gadis menolak dengan keras ajakan tersebut. Tetapi sang pria mengancam akan membeberkan semua tentang gadis tersebut, foto2 dari gadis itu, obrolan2 melalui telepon dan surat cinta dari sang gadis.
Akhirnya sang gadis keluar bersama dengan sang pria dan berharap pulang ke rumah dengan secepatnya. Dan sang gadis pulang ke rumah, tapi bukan sebagai dirinya yang dulu lagi. Sang gadis pulang dengan membawa aib yang berkepanjangan, dan ketika sang pria ditanya oleh gadis itu, “kapan kita menikah? Apakah tidak secepatnya?”
 Namun jawaban yang diterima sungguh menyakitkan, dengan nada yang menghina dan merendahkan sang pria berkata, “Aku tak mau menikah dengan wanita rendahan sepertimu!!”
Bisa membayangkan gimana sakitnya gadis itu kan??pasti sungguh2 sakit. Mungkin itu cerita untuk wanita. Bagaimana dengan pria yang baik??
Di dunia ini pasti lah ada yang benar2 menjaga hatinya, dan dirinya untuk suaminya kelak. Dia tidak mau sampai pacaran, bahkan tidak mau berinteraksi dengan yang bukan muhrim karna semua itu hanya untuk suami/istri yang tercinta, pernahkah terpikir seperti itu? Akan kah kita dapat mendapatkan seperti yang diimpikan??? Sungguh luar biasa jika cinta dilandaskan hanya pada Allah, karena Allah, bukan karna nafsu belaka.
Yuk kita jaga benar2 hati ini, jangan sampai jatuh pada yang tidak tepat. Cinta itu fitrah, tapi bagaimana kita menempatkannya, itu baru benar2 luar biasa.


Aqlan Mahfudz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar